Rabu, 05 November 2014

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1). Oleh karena itu, pendidikan memerlukan tenaga pendidik/guru yang mampu medidik peserta didiknya secara profesional.
Tenaga pendidik yang profesional memerlukan pengetahuan dan ketrampilan keguruan yang memadai, salah satunya yaitu pengetahuan tentang ilmu psikologi. Karena yang menjadi subyek dan obyek pendidikan adalah manusia, yang memiliki karakter, watak, perasaan dan bakat yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Sehingga diperlukan keterampilan khusus untuk memahami semua perbedaan individu tersebut.
Untuk lebih memahami tentang psikologi pendidikan, maka makalah ini akan menyajikan tentang pemahaman pengertian psikologi pendidikan, metodologi Psikologi Pendidikan, sejarah psikologi pendidikan, dan manfaat psikologi pendidikan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Bagaimana pengertian psikologi pendidikan?
2. Bagaimana metodologi Psikologi Pendidikan?
3. Bagaimana sejarah psikologi pendidikan?
4. Apa saja manfaat psikologi pendidikan?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan dalam makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian psikologi pendidikan.
2. Untuk mengetahui metodologi Psikologi Pendidikan.
3. Untuk mengetahui sejarah psikologi pendidikan.
4. Untuk mengetahui Apa saja manfaat psikologi pendidikan.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Psikologi Pendidikan
Psikologi berasal dari kata bahasa inggris psychology, sedangkan kata psychology merupakan dua akar kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu psiche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Istilah jiwa masih sulid didifinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dipungkiri keberadaannya.
Secara istilah dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia jilid 13, menyatakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari prilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak secara langsung. Dan Dakir juga menyatakan bahwa psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan.
Sedangkan Muhibin Syah membuat kesimpulan tentang pengertian psikologi dari beberapa definisi di atas, dimana psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia, baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini meliputi semua orang, barang, keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia.
Pendidikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Jadi berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penerapan teori – teori psikologi dalam bidang pendidikan, yakni mengkaji semua gejala kejiwaan yang muncul dalam proses belajar mengajar.
Sedangkan menurut para ahli, menurut Witherington Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia. Dan menurut Ngalim Purwanto (1990: 9) menyatakan bahwa psikologi pendidikan adalah cabang dari psikologi yang dalam penguraian dan penelitiannya lebih menekankan pada masalah pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental, yang sangat erat hubungannya dengan masalah pendidikan terutama yang mempengaruhi proses dan hasil belajar.
Sedangkan Elliot dkk menyatakan bahwa psikologi pendidikan merupakan penerapan teori – teori psikologi untuk mempelajari perkembangan, belajar, motivasi, pengajaran dan permasalahan yang muncul dalam dunia pendidikan.

B. Metodologi Psikologi Pendidikan
Menurut H. Carl Wrtherington, dalam bukunya “Educational Psychology” bahwa metode-metode pokok dalam psikologi pendidikan adalah:
1. Metode observasi adalah metode yang dilakukan dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap tingkah laku anak didik dalam situasi yang wajar, dilaksanakan dengan berencana, kontinyu dan sistematik, serta diikuti dengan upaya mencatat atau merekam secara lengkap. Dengan sifat wajar, berarti bahwa anak didik itu dalam keadaan tidak dibuat-buat dan tidak mengetahui anak didik itu sedang di observasi.
2. Metode test dilakukan dengan memberikan tugas yang dilakukan oleh subjek, baik tugas tertulis maupun tugas lisan.
3. Metode Kuesioner dan Interview. Kuesioner sering disebut juga angket (Prancis : enquete). Berupa daftar yang memuat sejumlah pertanyaan yang disampaikan kepada subjek untuk dikerjakan (dijawab). Jawaban-jawaban itu kemudian dianalisis dan disimpulkan. Sedangkan metode Interview adalah mewawancarai secara langsung.
4. Metode Klinis, Digunakan untuk mengumpulkan data secara lebih rinci mengenai perilaku penyesuaian dan kasus-kasus perilaku menyimpang.
5. Metode case study atau study kasus adalah suatu catatan tentang pengalaman seseorang, penyakit yang pernah diderita, pendidikan, lingkungan, perawatan dan pada umumnya juga semua fakta yang relevan untuk masalah-masalah tertentu yang tersangkut dalam suatu kasus medis atau klinik.

C. Sejarah psikologi pendidikan.
Psikologi mulai menampakkan perkembangan dan kemajuan yang agak pesat ketika awal abad XIX. Pada waktu itu, banyak ahli yang aktif melakukan penelitian di bidang fisika, fisiologi dan kimia yang dihubungkan dengan reaksi – reaksi manusia pada kondisi tertentu. Perkembangan psikologi yang modern ketika itu sangat erat kaitannya dengan eksperimen – eksperimen yang berhubungan dengan pengalaman – pengalaman inderawi (Sensasi).
Psikologi mulai mandiri dan berdiri sebagai disiplin ilmu tersendiri pada tahun 1879, yang dipelopori oleh Wilhelm Wundt yang merupakan seorang berkebangsaan jerman yang juga seorang dokter, filsuf dan ahli fisika. Wilhelm Wundt mendirikan sebuah laboratorium psikologi pertama di Leipzing jerman, dan beliau banyak melakukan eksperimen tentang proses – proses kesadaran.
Perlu juga diketahui, bahwa laboratorium ciptaan Wundt di Leipzig juga tidak hanya melakukan aktivitas penelitian yang bersifat “psikologi umum”, melainkan juga memegang peranan dalam psikologi pendidikan. Banyak orang Amerika yang belajar di Leipzig kepada Wundt. Akibatnya setelah mereka mengembangkan psikologi itu di negaranya, termasuk psikologi pendidikan. Terkenallah psikologi pendidikan di Amerika misalnya Charles H. Judd, E.L. Thorndike, B.F. Skinner dan sebagainya. Orang-orang ini sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan di Amerika Serikat. Terutama E.L. Thorndike, sehingga ia dipandang sebagai Bapak Psikologi Pendidikan di Amerika Serikat.
Pada awal abad 20 pemerintah Prancis merasa perlu untuk mengetahui prestasi belajar para pelajar, yang dirasa semakin menurun. Pertanyaannya yang ingin dijawap, apakah prestasi belajar itu semata-mata hanya tergantung pada soal rajin dan malasnya si pelajar, ataukah ada factor kejiwaan atau mental yang ikut memegang peranan. Maka untuk memecahkan problem itu ditunjuklah seorang ahli psikologi yang bernama Alfred Binet, Dengan bantuan Theodore Simon, mereka menyusun sejumlah tugas yang terbentuk dalam sebuah tes baku untuk mengetahui inteligensi para pelajar. Tes ini kemudian dikenal dengan tes Inteligensi.

D. Manfaat psikologi pendidikan.
Menurut Linggren sebagai mana dikutip Surya (1982) manfaat psikologi pendidikan adalah untuk membantu para guru dan paran calon guru dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai pendidikan dan prosesnya.
Sementara itu, Chaplin (1972) mengemukakan bahwa manfaat psikologi pendidikan adalah untuk memecahkan masalah-masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan dengan cara menggunakan metode-metode yang disusun secara rapi dan sistematis.
Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa, secara umum psikologi pendidikan merupakan alat bantu yang penting bagi para penyelenggara pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.


BAB III
PENUTUP
A. Simpulan.
Psikologi adalah ilmu yang mengkaji tentang kejiwaan manusia, jadi Psikologi Pendidikan disini dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari penerapan teori – teori psikologi dalam bidang pendidikan, yakni mengkaji semua gejala kejiwaan yang muncul dalam proses belajar mengajar.
Ada banyak metodologi yang digunakan dalam ilmu psikologi agama, diantaranya metode Observasi, metode wawancara, metode interview dan metode case study.
Psikologi Pendidikan adalah bagian dari psikologi umum pada mulanya, Psikologi mulai menampakkan perkembangan dan kemajuan yang agak pesat ketika awal abad XIX, yang dipelopori oleh Wilhelm Wundt dengan mendirikan sebuah laboratorium psikologi pertama di Leipzing jerma. Kemudian baru pada awal abad 20 muncul berbagai ahli psikologi yang mengkaji dunia pada pendidikan lebih khusus.
psikologi pendidikan merupakan alat bantu yang penting bagi para penyelenggara pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapka, untuk mengetahui keadaan jiwa para peserta didik.



DAFTAR PUSTAKA

Sugihartono,2007, Psikologi Pendidikan, Yogjakarta : UNY Press.
Ngalim Purwanto,1990, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Remaja Rosdakarya
Haryu Islamuddin,2012, Psikologi Pendidikan, Yogjakarta; Pustaka Pelajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMANFAATAN BAHAN BEKAS DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TIGA DIMENSI DI SD*

*Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kajian Kurikulum Pendidikan Dasar oleh dosen pengampu Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd. di P...